Selasa, 12 Juli 2016

Count Down - Satu Bulan Lebih Enam Hari-

Assalamualaikum wr. wb. 

Berhubung masih dalam suasana bulan Syawal, mohon maaf lahir dan batin ya guys. Mohon dimaafkan kalau ada kata-kata maupun perbuatan yg tidak berkenan, sengaja maupun tidak sengaja. Semoga kita bisa menjalani Ramadhan 2017 dengan lebih baik lagi. Aamiin3x.. 

Btw, kangen ngepost di blog dengan judul yang spesifik disertai gambar-gambar. Mau cerita banyak, tapi ya terkendala waktu, dan males juga transfer foto ke laptop hehe. Yah jadi tulisan aja lah ya.. Judulnya ini count down satu bulan lebih enam hari, menuju apa? Bukan, bukan tanggal nikah koq. Tapi tanggal ujian UKMPPD *jgler*. Kalo bagi mahasiswa kedokteran, pasti sudah sering denger UKMPPD yg dulu namanya UKDI. UKMPPD = Ujian Kompetensi Mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter, sedangkan UKDI = Ujian Kompetensi Dokter Indonesia. Intinya sama, nguji mahasiswa KOAS biar bisa jadi dokter, dengan resmi menyandang dr. didepan namanya. 

Dulu waktu masuk FK tahun 2010, tahun 2016 adalah tahun yang ditunggu-tunggu. Karena kalo di UMY total studi kedokteran umum adalah 6 tahun; 4 tahun S1, 2 tahun profesi (koas). Alhamdulillah, koas udah kelar kemarin 25 Juni 2016, di UMY ada stase komprehensif, dimana selama 6 minggu kita jaga IGD buat "ngemix" kasus-kasus yang ditangani, ngga terkotak-kotak kayak stase sebelumnya. Misal stase anak, ya ngurusin pasien anak aja, kalo stase bedah ngurusin pasien bedah. Kalau stase kompre, dikasih kasus apa aja dikerjain, istilahnya latihan lah sambil nge re-call.  
Kalo di UGM/UII kayaknya ngga ada, mereka kalo habis semua rotasi stase langsung persiapan ujian. Kampusku aja nih yang sayaang banget sama mahasiswa nya biar pinter ditambahin 6 minggu. 

Dan sebelum lebaran kemarin kami ujian komprehensif, yang katanya kampus kalo ngga lulus, ngga boleh ngelanjutin ke UKMPPD Agustus nanti for the sake of akreditasi. Peraturan ini baru tahun ini, kalo tahun lalu belum ada. Which, ngga tahu deh nanti akhirnya gimana. Beneran ngga boleh ikut atau engga. 

Pengalaman gueeh, kemarin ujian kompre yang isinya OSCE (ujian praktek gitu) rasanya WOW abis. 2 hari sebelum OSCE, nginep terus di rumah temen padahal Kakak lagi pulang. Demi ujiaaan. Waktu hari H, aku dapet kloter pertama, isinya ada 14 stase, which is 14 kali masuk ruangan nanganin sebuah kasus. Eeeh bentar, dikorting ding, harusnya 12 stase, tapi 2 stase nya lagi ada stase PSKI = agama dimana diuji sholat jenazah, hafalan juz ama, ceramah, baca qur'an dst.. Secara.. UMY gitu loh, "Unggul dan Islami" ^_^ 

ok. Back ke ujian OSCE 12 stase tadi, tadinya gue bawa 2 bolpen di kantong jas, tadinya mau bawa 1 doang malah. Tapi buat jaga-jaga akhirnya bawa 2. Stase 1-12 aman, stase ke 13 waktu mau nulis resep, gue nyari di jas, kaga ada itu 2 bolpen. Untung di meja tertinggal seonggok bolpen, aman. Next stase ke 14... Lagi anamnesis, biasanya gue nulis tuh, paling engga identitas, biar kalo ngomong ke pasien bisa manggil namanya, sama keluhan utama nya dan lain-lain yg penting. Begitu mau nulis, gue baru inget, ga ada bolpen sama sekali di jas, di meja juga ngga ada bolpen, even bolpen temen yg ujian juga ga ada yg ketinggalan, ga kayak di stase sebelumnya.. Alhasil, tangan gue berlagak kayak lagi nulis dgn kertas dibawahnya *takut mati gaya diliat penguji*. Sampai pada pemeriksaan fisik masih aman, sampai ke diagnosis masih aman, nah ini yang terakhir ; nulis resep.

Udah ngga bisa berkutik lagi, demi waktu ujian yang cuma 10 menit. Kuberanikan diri ke meja penguji "Dokter, maaf saya boleh pinjem bolpen? Bolpen saya ketinggalan"
Langsung gue ambil 1 bolpen di meja nya, yang saat itu ada 2 jumlahnya. Dengan cepat, nulis resep dan edukasi sebelum bel selesai berbunyi. Dan meninggalkan ruang terakhir itu dengan nunduk-nunduk ke dokternya bilang terimakasih dan maaf.. Untung stase terakhir, kalo diawal udah kehilangan bolpen, ngga tau deh gimana...  

Okay, back to "Count Down -Satu Bulan Lebih Enam Hari-", pada intinya mohon do'a nya ya guys, bulan depan ujian. Semoga aman, nyaman, lancar hingga hari H, dan saat hari H dapat melaksanakannya dengan semaksimal mungkin.. 

CBT : 20-21 Agustus 2016
OSCE : 27-29 Agustus 2016

Save the date 
(Self Reminder)

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Rabu, 17 Februari 2016

Band Aided Heart

Saya pernah baca quotenya Pak Ary Ginanjar kurang lebih nya seperti ini ; "Kamu tidak akan sakit hati jika kamu tidak mengizinkan hati mu disakiti" 

Dulu masih bingung maksudnya apa. Masa orang lain yang mau menyakiti hati minta izin dulu? Ya engga lah. Saya baru sadar sekarang, maksudnya quote itu adalah sikap kita yang dijaga, agar kita tidak sakit hati. 

Contohnya gimana?

- Misalnya, sakit hati yang timbul karena tidak dihargai oleh teman. Sebenarnya sakit hati itu tidak terjadi  kalau kita tidak berharap untuk dihargai. Sakit hati itu tidak terjadi kalau kita berfikir bukan kewajiban mereka untuk menghargai diri kita. (Walaupun sebenarnya setiap orang layak dihargai, tapi itu salah satu cara saya untuk tidak mengizinkan hati disakiti) 

- Misalnya, jangan berharap. Simpel aja sih. Pintu izin sakit hati yang lain adalah berharap. Kalau tidak berharap, tentunya izin menyakiti hati yang bakal dilakukan orang lain sengaja atau tanpa sengaja tidak akan terjadi. Karena kita tidak berandai-andai. Dan karena, besarnya pengharapan setara dengan besarnya kekecewaan jika harapan tidak seperti yang diinginkan. Misalnya sedekah Rp 500.000 terus berharap kembali 10x lipatnya. Rezeki yang dibalas Allah swt kan beragam macamnya, ga mesti uang. Kalau berharapnya uang yang kembali dengan jumlah 10x lipat dan ternyata ngga kejadian, terus kecewa kan? Makanya jangan berharap, setelah memberi mudahlah untuk melupakan. Tapi jangan mudah lupa dengan orang yang memberi kepada kita. 

- Misalnya, jangan mulai duluan. Sebenarnya agak kontradiktif, maksudnya mulai duluan itu apa. Yang jelas kalau kamu memulai dan tidak mendapatkan sambutan yang seharusnya. Kamu seperti membuka pintu izin menyakiti hati lagi. Kalau tidak mulai duluan, tentunya hati terjaga dari rasa sakit hati yang timbul akibat memulai duluan. Tapi kalau pernah mencoba dan hasilnya baik, ga usah mulai duluan, yang disana yang memulai. Kalau pernah mencoba dan hasilnya tidak sesuai yang diinginkan, walaupun kata perjuangan masih ada membara di dalam dada, tapi kalau prognosis buruk atau dubia et malam. Mending ditutup aja pintu memulai duluan. Sama aja kayak menabur garam di luka sendiri, habis itu dikasih jeruk nipis. Sakitnya tuh disini. Makanya udah banyak quote Islami yang menyatakan, lebih baik diam atau menunggu dan "tabahlah hati". 

- Misalnya, mimpiku bersama dia. STOP. Ini cara masuk nya sakit hati yang paling berbahaya. Iming-iming pengharapan dan imajinasi yang tidak nyata dan bukan realita. Kalau memang dia, dia tidak akan pergi kemana-mana. Kalau bukan dia, berarti Allah SWT sudah menyelamatkan kamu dari apa yang mungkin akan membahayakanmu. Karena kamu itu nggak tau apa-apa sebenarnya. Jadi kalau mimpi itu bukan bersama dia, so STOP because Allah is saving you

Intinya, sakit hati itu muncul bisa karena kita yang memicu, mengundang dan mengajak rasa sakit hati itu datang. Banyak cara untuk tidak mengizinkan hati disakiti. Banyak. Digembok aja, terus kunci gembok nya dibuang. *eeeeh NGGA gitu juga ding.. It's only a matter of what we're thingking. Diseleksi apa-apa saja yang masuk ke hati, preventif kalau ada bibit-bibit yang bisa menimbulkan sakit hati. 

I remember what the doctor said to me when I'm in Psychiatry rotation in Wonosari 
D : Where's Sari???
S : Yes doctor?
D : Did your heart ever been hurt before??
S : Yes doctor 
D : (With a winning smile, saying ; I knew it) 
S : (Me like saying, i have a band aided heart doctor, haha) 

***